9 Film Indonesia Paling Kontroversial namun Berprestasi

Uncategorized

9 Film Indonesia Paling Kontroversial namun Berprestasi

September 18th / By securewp / in Uncategorized / no comments

Industri film di tanah air memang sedang menunjukkan gebrakan, terbukti banyak film Indonesia yang berhasil sukses di tayangkan di bioskop. Beberapa film bahkan mendapatkan penghargaan dari ajang perfilman mancanegara.

Sayangnya, tidak sedikit film Indonesia yang memperoleh sambutan sedikit baik bahkan harus mereguk pahitnya pemboikotan. Kondisi ini dipengaruhi berbagai aspek sebagaimana problem internal yang berlangsung di tubuh rumah produksi atau pelanggaran normal masyarakat. Menariknya, hampir sebagian gede film kontroversial yang tahu ditolak bahkan diboikot justru mendapatkan apresiasi tinggi daripada kancah internasional.

Daftar Film Indonesia Paling Kontroversial

  1. 2 Garis Biru (2019)

garis biru 2019
Film ini memperoleh banyak reaksi pro dan kontra bahkan sebelum dirilis di bioskop. Banyak yang menentang film Dua Garis Biru karena alur cerita yang diangkat dinilai terlalu sensitif. Meskipun telah mendapatkan petisi pelarangan tayang, di dalam akhirnya film ini makbul merilis poster dan jam tayang diseluruh bioskop zona air. Film Dua Garis Biru akan ditayangkan Juli 2019 di indo xx1 .

Mengisahkan tentang Bima dan Dara sepasang tuan, keduanya masih sangat belia dan berstatus sebagai pelajar SMA. Cinta yang terlalu buta membuat mereka berhubungan layaknya suami istri dalam luar nikah. Karena laksana tersebut, Dara pun bunting.

  1. Kucumbu Uci-uci Indahku (2018)

Film ini menjadi luar biasa kontroversial karena mengusung model maskulin-feminin. Dan belakangan penuh yang mengaitkan Kucumbu Uci-uci Indahku sebagai film berona LGBT. Menceritakan tentang Juno, seorang penari Lengger Lanang yang tumbuh di tengah-tengah kekerasan politik. Di usianya yang sangat muda, Juno telah melihat banyak kebengisan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Dan karena tanda itulah, Juno muda kudu hidup nomaden dari wahid tempat ke tempat lainnya yang kemudian memperkenalkannya beserta berbagai orang baru. Film Kucumbu Tubuh Indahku barangkali banyak diboikot oleh pemerintah. Namun film ini tersimpan telah memenangkan penghargaan dalam Asia Pacific Screen Award dan penghargaan bergengsi yang lain lain.

  1. Look of Silence (2014)

Merupakan salah satu film dokumenter terbaik yang tahu masuk dalam nominasi Oscar. Sayangnya, film garapan Oppenheimer ini banyak memperoleh penolakan dari berbagai pihak di Indonesia.

Senyap atau The Look of Silence menyampaikan kisah Adi dan titisan yang dituduh sebagai bagian PKI. Tema utama film ini sekilas memang mirip dengan film Jagal, tapi film Senyap lebih banyak menjelaskan tentang kisah pembantaian massal.

  1. The Sun, The Moon and The Hurricane (2014)

Menjadi sangat kontroversial di Indonesia, karena film ini mengangkat tema LGBT. Sudah jadi rahasia biasa jika tema ini membangkitkan pro dan kontra. Sedangkan jika melihat dari sosok lain film ini punya jalan cerita yang baik. Akting para aktornya pun sangat bagus.

Film ini menceritakan kisah Rain dan Kris. Kisah dimulai ketika Kris menolong Rain yang dianiaya oleh teman SMA-nya. Pada akhir perkelahian yang tercipta, Kris mengajak Rain menginap di rumahnya yang lantas menjadi rutinitas baru bagi Rain. Rain yang culun memiliki karakter yang luar biasa berbeda dengan Kris yang bandel dan sangat maskulin.

Karena sudah terbiasa bersama-sama, Rain yang memiliki gambaran homoseksual pada akhirnya tanggal cinta dengan Kris. Serta meskipun memiliki kekasih yang cantik, sebenarnya Kris pula biar memiliki kecenderungan untuk demen sesama jenis. Pertentangan langsung pertentangan terjadi di antara keduanya, hingga suatu peristiwa pada akhirnya mengubah roh persahabatan mereka.

  1. Parts of the Heart (2012)

Menceritakan tentang Peter, pria homoseksual yang menetap di metropolitan metropolitan, Jakarta. Kisah gelisah Peter bukanlah kisah percintaan biasa, dia harus dengan perantara berbagai babak sejak cinta pertama hingga kehidupan perkawinan.

Pada film Parts of the Heart kita akan melihat sisi lain dari kehidupan pria homoseksual, dikategorikan tekanan sosial yang dialaminya dari orang sekitar. Berhasilkah, Peter menjaga mahligai pernikahannya dan menjauh dari godaan pria lain?

  1. About A Woman (2014)

Tidak berbeda tersendiri dari film sebelumnya yaitu Something in The Way. Film About A Woman garapan Teddy Soeriaatmadja berniat tidak diangkat ke layar lebar untuk menjaga substansi filmnya.

About A Woman mengisahkan mengenai seorang randa yang berusia 65 tahun. Hidupnya yang sendiri membuatnya merasa kesepian. Suatu perian, anaknya mengirimkan Abi pelajar SMA yang beru lulus untuk menemani sekaligus mengurusnya.

Tapi entah sejak kapan, Abi dan si janda mulai memiliki pandangan tidak sama antara satu dan yang lain. Kasih sayang yang tadinya bersifat biasa mulai bidis menjadi kasih sayang yang bersifat cinta. Konsep agama, seksualitas serta kemunafikan intim memenuhi alur cerita About A Woman. Film itu hanya diputar di Singapura dan berhasil memperoleh penuh perhatian dari luar negeri.

  1. Something In The Way (2013)

Berbeda dari genre dan konsep sebelumnya, film Something in the Way menjadi kontroversial karena dinilai sebagai film Dewasa. Film ini menceritakan tentang Ahmad (Reza Rahadian) seorang pemuda yang rajin, pandai berkongsi dan pekerja keras. Namun, di sisi tergelapnya Ahmad ternyata memiliki libido yang tinggi terutama ketika melihat wanita.

Kisah Ahmad menjadi semakin rumit saat dirinya jatuh hati pada Kinar (Ratu Felisha) yang bekerja sebagai PSK. Sedangkan di pihak lainnya, ada Raya (Rosnita Putri) seorang gadis indah hati yang ditunangkan secara Ahmad.

  1. Siti (2014)

Film karya Eddie Cahyono ini mengisahkan tentang kehidupan wanita yang berprofesi sebagai pembimbing karaoke rakyat jelata di Parangtritis. Profesi yang dijalaninya ditentang oleh Bagus sang suami. Siti yang merasa ragu dan tertekan bertemu dengan polisi yang kemudian mengijabkan hubungan pernikahan dengannya.

Film hitam putih ini sebelumnya tidak ditayangkan di bioskop Indonesia. Tapi karena keberhasilannya menyabet penghargaan selaku Film Terbaik FFI 2015, di akhirnya Film Siti beroperasi naik ke layar teater nonton bioskop xxi .

  1. Act of Killing (2012)

Sebelumnya telah dijelaskan tentang film Jagal yang memiliki postulat film yang sama seperti film Senyap. Film karya Oppenheimer ini dalam prosesnya cuma ditayangkan di lembaga & kampus tertentu.

Film dokumenter ini banyak memperlihatkan bingkai lain dari kisah pengatur pembunuhan anti-PKI. Act of Killing atau Jagal memproyeksikan tragedi yang terjadi antara tahun 1965-1966 di mana pelaku pembunuhan tersebut berpendapat perbuatannya yang kejam serupa aksi heroik.

Film tersebut diboikot dan banyak ditentang karena dikhawatirkan akan menimbulkan jiwa komunisme pada tingkatan masa kini. Di medan internasional, film Jagal beroperasi mendapatkan penghargaan di BAFTA 2014.

Itulah daftar film paling kontroversial yang sempat melingkupi perkembangan perfilman pada Indonesia. Salah satu atau beberapa film mungkin sedang familiar di telinga kita, bahkan mungkin sudah sempat ditonton sebelumnya.

Terlepas daripada kontroversial yang melingkupi film-film tersebut, sebagai penonton yang bijak setidaknya kita mampu memilih dan memilah mana film yang layak tonton dan tidak. Hendaknya juga tidak langsung ikut mengupas karya film milik orang-orang lain tanpa melihat lebih dalam kualitas dan proses pembuatan dari film itu.

 

Penjelasan : Film kontroversial berikut pernah diboikot tapi justru mendapatkan apresiasi menjulung dari kancah internasional, simak daftarnya di sini.

Share

Leave a Comment