10 Film Menarik yang Berlatar Belakang Jakarta

Uncategorized

10 Film Menarik yang Berlatar Belakang Jakarta

February 12th / By securewp / in Uncategorized / no comments

Kamu yang mengaku sebagai orang Indonesia tentu mengenal dengan baik kota metropolitan, Jakarta. Banyak sekali sebutan atau pepatah tentang Jakarta, bahkan ada yang bilang jika “Ibukota jauh lebih kejam daripada embuk tiri. ”

Gemerlap malam, perbedaan dan kerasnya Jakarta mungkin bagi sebagian besar orang sudah dirasakannya swasembada. Tapi bagi mereka yang belum pernah mengadu nasib ke ibukota, film beserta background Jakarta dijadikan sebagai acuan. Meskipun sifatnya fiktif, beberapa film nyatanya benar-benar menghadirkan gemerlap dunia silam dan rutinitas warga ibukota. bioskop21

Daftar 10 Film Secara Background Jakarta

Sebelum mengadu nasib ke Ibukota, Jakarta hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah mengenal seluk beluk mengenai kota tersebut. Beberapa film berikut mungkin bisa jadi alat dan media penelaahan yang mudah:

  1. Cek Toko Sebelah (2016)

Cek Toko Sebelah
Film garapan Ernest Prakasa ini menghadirkan alur cerita yang beda dengan genre komedi yang kental. Cek Toko Bagian berhasil masuk dalam bervariasi nominasi bahkan memenangkan nominasi Film Bioskop Terpuji di Festival Film Bandung.

Menyampaikan tentang keluarga etnis Tionghoa, seorang ayah dan dua anak laki-laki. Dalam kaul, kedua anak mempunyai pencahanan yang luar biasa bertentangan. Yohan (Dion Wiyoko) merupakan fotografer freelance yang punya masa lalu kelam, muncul bersama Ayu (Adinia Wirasti) istrinya yang setia. Sang adik, Erwin (Ernest Prakasa) memiliki hidup yang lebih baik dan kekasih menawan. Perjalanan hidup kakak & adik ini mulai terusik ketika sang ayah tertumbuk penyakit.

  1. Surah Untuk Jakarta (2016)

Beda dari film sebelumnya, film Surat Untuk Jakarta merupakan film animasi superpendek dengan durasi dua menit. Meskipun dibuat amat singkat, film ini nyatanya berhasil menarik perhatian penuh orang dan meraih Beker Citra sebagai Film Animasi Terbaik FFI 2016.

Film garapan Aditya Prabaswara, Andre Sugianti dan Ardhira Anugrah Putra ini mengisahkan mengenai rutinitas harian masyarakat Jakarta. Film Surat Untuk Jakarta pada awalnya sengaja dibuat sebagai bentuk penghormatan / gift terhadap hari jadi Kota Jakarta yang ke-489.

  1. Blackhat (2015)

Merupakan cela satu film Hollywood yang proses pengambilan gambarnya dilakukan di berbagai negara termasuk di Jakarta. Saat syuting di ibukota, film tersebut mengambil cukup banyak visualisasi dari trademark kota Jakarta dan Indonesia.

Blackhat mengisahkan tentang petualangan Nicholas Hathaway (Chris Hemsworth) memburu hacker. Film ini tidak hanya menampilkan adegan action yang memacu adrenalin tapi turut menunjukkan alur cerita yang menarik.

  1. Jalanan (2013)

Film ini banyak menceritakan tentang kisah kehidupan dari 3 pengamen muda di ibukota. Boni, Titi dan Ho merupakan tiga pengamen lembut yang terpinggirkan. Perjalanan kehidupan mereka yang sulit & keras di Jakata digambarkan tanpa rekayasa.

Dengan tolok ukur orisinil gubahan trio musisi tersebut, film Jalanan mengungkap sisi manis dan gelap dari kehidupan anak yuana yang berada di lembah kendali globalisasi dan kemajuankronologi, pertambahan, pertumbuhan, perubahan, perurutan, urut-urutan, kota metropolitan.

  1. Selamat Pagi, Malam (2014)

Kisah unik tentang ibu kota jakarta selalu memikat untuk ditilik termasuk tatkala matahari terbit dan terbenam. Film Selamat Pagi, Malam mengisahkan tentang 3 cewek unik dengan jalan kehidupan berbeda yang saling dipertemukan oleh takdir.

Gia (Adinia Wirasti) merasakan kehampaan begitu kembali pulang ke Jakarta pasca menetap lama di New York. Indri (Ina Panggabean) bekerja sebagai sundal bolong handuk di sebuah gym yang bermimpi bertemu serta menikah dengan pria kaya yang ditemukannya dari web chatting di smartphone. Ci Surya (Dayu Wijanto) merupakan ibu rumah tangga yang merasa kesepian ketika ditinggal mati suaminya yang ternyata memiliki wanita idaman beda.

  1. Sanubari Jakarta (2012)

Daripada semua film bertema Jakarta yang telah disebutkan dalam atas, konsepnya mungkin tidak ada yang seunik film Sanubari Jakarta. film itu mengisahkan tentang kisah percintaan yang terjadi di kurung kaum urban kota Jakarta.

Kamu tidak hanya disuguhi dengan 1-2 pemeran utama melainkan banyak. Mengapa demikian? karena film berdurasi 100 menit ini memiliki 10 kisah berbeda, di mana masing-masing kisahnya digarap sama 10 sutradara berbeda. Kalau dalam keseharian kamu lebih suka membaca cerpen maka kamu akan sangat menyenangi Film Sanubari Jakarta tersebut. film21

  1. Belkibolang (2011)

Konsep film tersebut hampir sama dengan film Sanubari Jakarta, di mana dalam satu film ditemui 9 cerita tentang siaran dua anak manusia yang terjadi di ibukota saat malam hari. Dan sama seperti film Sanubari Jakarta, Belkibolang turut disutradarai secara 9 sutradara yang tidak sama. Sehingga kisah cinta yang ditampilkan pun lebih mempunyai warna. Setelah kamu menyelesaikan menonton film Sanubari Jakarta, lekas lanjutkan dengan menyaksikan Belkibolang ini.

  1. Jakarta Maghrib (2010)

Film ini menggunakan ruang Maghrib sebagai timeline specialnya. Jadi sebagian besar film memang menjadikan waktu maghrib sebagai latar cerita. Pada umumnya, maghrib dikaitkan beserta fenomena religius. Tapi film Jakarta Maghrib berusaha menampilkan kesan yang lain tentang Maghrib khususnya bagi bangsa urban Jakarta.

Film Jakarta Maghrib terbagi dalam 5 segmen utama dan 1 segmen penutup. Tiap irisan menceritakan kisah unik daripada karakter tokoh yang tidak sama. Yang selanjutnya akan dipertemukan dalam satu segmen penutup yang diberi nama Ba’da. Secara tidak langsung film produksi PT. Kharisma Starvision Plus ini ingin menyuntikkan kisah menarik dari tiap-tiap orang dengan maghrib yang berbeda di ibukota.

  1. Naga Bonar Jadi 2 (2007)

Merupakan film sekuel dari Naga Bonar. Film tersebut menceritakan tentang hubungan yang terjalin antara Nagabonar serta Bonaga dalam nuansa kehidupan urban Jakarta. Bonaga (Tora Sudiro) adalah pengusaha sukses. Sedangkan Nagabonar (Deddy Mizwar) merupakan ayah dari Bonaga.

Konflik mulai meruncing tatkala Bonaga mendapatkan proyek resort yang ternyata mengincar ladang perkebunan sawit miliki Nagabonar. Film ini tidak seharga menceritakan kisah pengorbanan & kisah cinta antara rama dan anak. Tapi turut menceritakan tentang nilai-nilai pertarungan dari cara pandang antara dua karakter tokoh yang berbeda.

  1. Jakarta Undercover (2006)

Film ini mengisahkan mengenai Vikitra (Luna Maya) seorang penari yang melarikan muncul ke Jakarta bersama adiknya, Ara setelah tidak sengaja membunuh ayahnya. Kisah perjalanan mereka yang tidak gampang semakin kelam saat Ara melihat aksi pembunuhan Haryo (Lukman Sardi) bersama teman-temannya. Di sisi lain, Viki bertemu dan berteman secara Amanda (Fachri Albar) seorang waria penari striptis. Untuk melindungi Ara dan dirinya sendiri, Viki harus kembali melarikan diri hingga tanpa disadarinya dia semakin jatuh tenggelam dalam gelapnya sukma di kota metropolitan.

Demikianlah rangkuman film Indonesia dengan latar belakang kota Jakarta. Hampir sebagian besar karya film di atas kiranya sebelumnya sudah pernah awak tonton karena memang amat populer di masa penayangannya.

Dan sebagian lainnya, mungkin baru kamu ketahui hari ini. Tapi bukan jadi masalah, kamu masih mampu menyaksikan acting memukau daripada para aktris dan actor Indonesia di film-film memikat dengan kearifan Jakarta.

 

Deskripsi : Beberapa film lalu mengambil latar belakang Jakarta dengan menghadirkan gemerlap bumi malam dan rutinitas kelompok ibukota.

Share

Leave a Comment